Batu pertanian go organic

2015
Semakin manusia menyadari pentingnya kesehatan, maka mulai abad ke 21 produk pertanian organik menjadi tuntutan pasar baik lokal maupun internasional. Akan tetapi tentu tidak mudah mengubah pola pikir para petani yang selama ini telah mengembangkan pertanian anorganik. Berdasar fakta dilapangan ditemukan bahwa dalam usaha pertanian anorganik pola pikir petani hanya didominasi pertimbangan ekonomis. Petani dengan biaya tertentu bisa menghasilkan produk semaksimal mungkin dengan waktu tanam yang relatif singkat dan instan. Lebih-lebih dengan berkurangnya lahan pertanian. Upaya memaksimalkan produksi ini dilakukan dengan berbagai cara. baik pemupukan, pemberantasan hama, maupun pengolahan tanah yang tidak hanya bertentangan dengan kepentingan ekologis tetapi juga kesehatan. Indikasi keberhasilan dalam pengelolaan hanya pertimbangan keuntungan semata.

Buku "Batu Pertanian Go Organik" mencoba mengupas tentang bagaimana langkah pemerintah Kota Batu dalam mengkampanyekan gerakan pertanian organik di Kota Wisata Batu, yang notabene  adalah kota pertanian. Melalui penyebaran informasi dalam bentuk tulisan, buku ini kiranya bisa menstimulasi masyarakat terutama pelaku usaha pertanian organik untuk berpartisipasi aktif mensukseskan tekad pemerintah mewujudkan "Batu Pertanian Go Organik".

Judul : Batu Pertanian Go Organik

Penulis : Debora Sulistyo, S.Pd, MM

Penerbit : Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu

Kota  Terbit : Batu

Cetakan pertama, 2015

Komentar